Rabu, 24 Desember 2014

INSTALASI ART

INSTALASI ART

Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini.
 Seni instalasi dalam konteks visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan elemen-elemen ruang, waktu, suara, pooja.
Perkembangan kesenian dengan berbagai ragam bentuk kreasinya, memang selalu tak berimbang dengan tingkat apresiasi masyarakatnya. Terlebih lagi dalam perkembangan kesenian di luar seni-seni tradisional, yang memang telah menjadi bentuk baku dan telah lama.
Paling tidak, dalam masyarakat indonesia kebanyakan, apa yang disebut dengan seni modern, atau yang kini banyak diistilahkan dengan seni kontemporer, tetaplah merupakan sesuatu yang asing. Alih-alih menyebutnya sebagai karya seni yang menerbitkan rasa keindahan, tak jarang karya seni itu justru mendatangkan rasa bingung. Pada bagian mana indahnya?
Banyak pendekatan yang tersedia untuk melihat persoalan jarak antara apresiasi masyarakat dan perkembangan karya seni. Dari mulai sosiologi seni, antropologi budaya, sejarah seni, teori kesenian hingga kaitannya dengan politik kebudayaan negara. Persoalan apresiasi seni masyarakat adalah persoalan yang menjadi "lingkaran setan" dalam perkembangan kesenian di indonesia. Persoalan yang akhirnya turut mempengaruhi makna keberadaan karya seni dan para seniman di tengah masyarakatnya.
Seni instalasi
Demikian pula dengan seni instalasi. Seperti juga happening art atau performance art, instalasi adalah sebuah bentuk karya seni yang lebih banyak membuat masyarakat kebanyakan merasa bingung ketimbang mampu menikmatinya, lebih lagi mengapresiasi dan mendapatkan suatu makna di dalamnya.
Seni instalasi kerap dipahami tak lebih dari sekadar pemandangan benda-benda yang dipajang dengan cara yang ganjil. Dari mulai ranjang bayi yang diberi rantai, mesin jahit yang berputar dengan jarum yang patah, hingga botol-botol kecil yang berisikan cairan dan ditulisi "sperma" serta di baringkan di atas tanah yang penuh dengan pecahan kaca.
Mungkin dengan cepat kita berpikir, kalau hanya bikin kayak begitu semua orang juga bisa! Dengan kata lain, kita akan lebih mudah menikmati keindahan sebuah patung dan relief, atau pesan semangat dari sebuah monumen ketimbang berhadapan dengan sebuah karya instalasi yang hanya membuat kening berkerut. Jangankan melihat bentuknya sebagai sebuah karya seni, mendengar namanya pun orang lebih banyak menghubungkannya dengan pln!
Seperti artian harfiahnya (asal kata installation = pemasangan), seni instalasi memang merupakan seni yang memasang, menyatukan, dan mengkontruksi sejumlah benda yang diangkap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik.
Seni instalasi dalam konteks fenomena perkembangan kesenian, merujuk pada perkembangan seni rupa kontemporer yang tumbuh di negara-negara barat sejak sekira periode 1970-an, meski gejala itu telah muncul pada pertengahan tahun 1960-an. Seni instalasi dalam sejumlah hal senantiasa dihubungkan dengan perkembangan filsafat dan teori pemikiran post-modern. Sebuah teori pemikiran yang merupakan perlawanan atau sikap kritis terhadap modernisme yang dianggap terlalu memuja ilmu pengetahuan dan sains, universalisme, serta mengabaikan lokalitas dan kemajemukan.
Modernisme yang memitoskan rasio dianggap telah menjurumuskan umat manusia pada dua perang dunia yang menyesangsarakan.
Post-modern sebagai filsafat pemikiran akhirnya banyak mempengaruhi berbagai perkembangan kebudayaan, termasuk seni rupa. Dengan formalisme yang menjadi puncaknya --yang melulu hanya memikirkan pencarian bentuk-bentuk keindahan seperti pada gaya lukisan abstrak-- sehingga seni dipahami sebagai sesuatu yang otonom dan universal, lepas dari hubungannya dengan agama, tradisi, dan sosial-politik; modernisme dianggap telah menjauhkan seni dengan konteks realitas masyarakatnya.
Di lain pihak, modernisme telah menyebabkan seni menjadi terkotak-kotak, seperti seni lukis, seni patung, seni grafis. Dan inilah yang lalu ditolak oleh seni-seni post-modern. Pencarian bentuk yang indah dan identifikasi-identifikasi seni tidak lagi menjadi perhatian. Bagi seni-seni post-modern, soalnya sekarang adalah bagaimana merepresentasikan seluruh gagasan dan mengkomunikasikannya pada publik.
Maka, seni-seni post-modern pun melabrak seluruh konvensi-konvensi seni modern. Dalam seni rupa, melukis bukan harus selalu di atas kanvas, melainkan juga bisa di atas aspal, bahkan kenyataan itu sendiri adalah kanvas yang bisa dilukisi. Demikian dengan seni patung yang melulu harus menggunakan bahan tanah liat, tapi juga tubuh si seniman itu sendiri. Dengan kata lain, seni post-modern telah melenyapkan batas antara seni lukis, keramik, patung, grafis, bahkan batasan antara seni rupa, musik, sastra, tari, dan teater, seni bagi mereka telah menjadi keseluruhan yang sifatnya total.
Perkembangan di Indonesia
banyak pendapat yang menyebut bahwa seni instalasi adalah bagian yang tak terpisahkan dari seni post-modern. Gejala kemunculan seni instalasi mulai dikenal di indonesia paling tidak sejak munculnya apa yang disebut dengan gerakan seni rupa baru pada tahun 1975-1979, yang bertujuan meruntuhkan definisi seni rupa yang terkungkung oleh seni patung, lukis dan seni grafis, serta anti elitisme, seperti tampak karya-karya mereka, termasuk dalam bentuk seni instalasi.
Perdebatan para seniman tentang seni post-modern dan seni instalasi mulai muncul pada tahun 1993-1994. Diawali dari perdebatan tentang apakah seni instalasi identik dengan seni rupa post-modern atau bukan, keberadaan seni instalasi lebih jauh kemudian dipertanyakan. Namun lepas dari itu maraknya seni instalasi dalam praktik-praktik kesenian di berbagai kota, menjadi soal tersendiri dalam hubungannya dengan apresiasi masyarakat. Terlebih tak jarang karya-karya itu dipamerkan di ruang-ruang publik.
Apakah seni instalasi itu sebenarnya? Apakah setiap orang bisa membuat seni instalasi?
Kedua pertanyaan itu memerlukan penjelasan yang lebih panjang. Namun yang jelas, seni instalasi tidaklah cukup hanya sekadar dilihat dari pajangan bentuknya. Sebab, ia menyimpan wacana pemaknaan, hubungannya dengan suatu konteks, termasuk dengan konteks biografi si seniman itu sendiri.
Secara bentuk, setiap orang mungkin bisa membuatnya, tapi belum tentu ketika dilakukan pembacaan pada wacana pemaknaan, konteks dan hubungan benda-benda itu dengan biografi dirinya. "seni instalasi tidak bisa kita cari dalam budaya dan seni tradisional masyarakat indonesia, karena ia berasal dari paradigma dan teks budaya yang berbeda, yakni masyarakat post-kolonial di barat ," ujar kritikus Seni Aminudin TH.Siregar.


Sumber  : http://indahsima.blogspot.com/2012/06/seni-instalasi.html ( Diakses pada 24 Desember 2014 Pukul 21.29 wita )
Fhoto : Rido Amriadi

Sabtu, 20 Desember 2014

HAND PAINTING ART

Seni Melukis Tangan ( Hand Painting )


Hand painting adalah seni melukis tangan dengan berbagai objek yang di gambar seperti hewan, manusia bahkan tumbuhan, hand painting mungin agak mirip dengan body Painting namun di hand painting menceritakan atau biasanya melukiskan satu objek saja seperti burung, kuda dan lainnya.
Hand painting mungkin lebih kita kenal pada saat ini menjadi seni yang baru karna jarang kita lihat hand painting menjadi suatu kesenian yang besar di masyarakat. Hand painting terkadang memiliki fungsi yang berbeda dari seni  lainya, seperti untuk menghibur.



Membuat karya hand painting mungkin  sangatlah sederhana, memerlukukan cat seperti akrilik, dan sentuhan imajinasi dan karya-karya gambar yang menarik sehingga lucu dan menarik di lihat. Hand painting biasa kita lihat sebagai seni yang di tunjukkan, atau seperti bercerita dengan tokoh atau gambar yang sudah di buat, sehingga hand painting memang akan sangat menarik bila di nikmati dalam bentuk cerita.



by : Rido Amriadi



Kamis, 23 Oktober 2014

Olahan adobe photoshop cs3

adobe Photoshop cs 3


Judul  :  SISI LAIN YANG BERBEDA DARI BALI
Bahan Olah  : PHOTOSHOP CS3
KONSEP:
            Pada olahan gambar di atas,  maksudnya adalah bagimana  suasana di bali tepatnya di kota Singaraja. Singaraja merupakan salah satu kota yang ada di kawasan Bali Utara, di olahan gambar di atas  terdapat suasana atau seperti iklim yang berbeda jauh, dimana pemandangan dan air terjun mencerminkan luar kota lain dari singaraja seperti bedugul. Di sana memiliki danau dan kehidupan hutan yang sejuk. Lain halnya dengan di singaraja yang sering di keluhkan memiliki suasana yang panas. Sehingga saya lambangkan dengan suasana berpasir serta gurunnya.

Membuat: poto di atas di kelola degn menggunakan photoshop cs 3, cara mengolahnya yaitu
1. menyediakan beberapa  poto yang sesuai, seperti pencahayaan dan mungkin properti yang mendukung.
2. kemudian buka gambar yang akan di kelola dan jadi gambar utamanya, kemudian ctrl+j dan klik gambar  mata yang ada di layar (merah) dan hapus begroud pada gambar untuk menambahkan backgroud lainya.

3. setelah itu masukkan poto yang akan di jadikan backgroun, seret ke gambar yang akan di kelola dan atur sesuai yang di iinginkan.

4. untuk mengatur besar kecilnya saat di kelola, tekan ctrl+T dan atur sesuai yang diinginkan, dan bila gambarnya berada di depan background tekan ctrl + [ untuk kebelakang dan ctrl+] untuk kedepan background.

5. untuk menambahkan backgroun lagi buka poto baru dan seret lagi ke poto yang akan di edit, perhatikan (lingkaran merah) yang ada di layer, ingat klik layer  mana yang akan di edit dan atur sesuai yang di inginkan.

6. kelola gambar dengan memahami beberapa tool
                                     1. untuk mengambil sampel gambar lain
                                     2.untuk menghapus gambar
                                     3.untuk menarik gambar
                                     4. memperterang gambar
                                     5.mempergelap gambar
                                     6. membersih gambar
                                     7. zoom layer

7.tahap terakhir, mengatur gambar, sesuaikan dengan layer utama atau backgrounnya supaya tampak satu tidak terlalu kontras dengan  backgroun atau gambar lainnya.



8.itulah tutorial singkat mengelola potoshop , selamat mencoba :)




Image by:
Rido amriadi

gambar lain olahan photsop CS3

judul: Singaraja tsunami


judul :Bencana menuju singaraja




image by:
rido amriadi
http://statik.tempo.co/data/2013/03/20/id_173233/173233_620.jpg
http://www.medanmagazine.com/wp-content/uploads/2012/08/Cuaca-buruk-medan.jpg
http://siliconangle.com/files/2013/04/Big-Data-tsunami.jpg
http://ristaaabelokh.files.wordpress.com/2011/06/tugu-singa-ambara-raja.jpg





Minggu, 21 September 2014

TOPLES HIAS / TOPLES ANDROID


Judul : Toples Android

desain:

Alat dan Bahan:  Kertas Koran, Lem pox, baskom, dan gunting.

      Toples ini terinpirasi dari icon andoid yang pada saat ini lagi ngetren atau kata lai populerx, selain nanti bisa menjadi hiasan atau pajangan di meja tamu namun bentuk android ini terdapat toples di dalamnya, berharap tamu bisa kagum dengan keunikan atau yang  baru ini

Cara pembuatan:
        Pertama sediakan dulu kertas Koran atau kertas bekas lainnya, kemudian di gunting atau di potong kecil-kecil kemudian di masukkan ke dalam baskom,ember atau wadah yang agak besar. Kemudian rendam atau tambahkan air hingga korannya basah dan mudah di hancurkan lagi, remas atau hancurkan menjadi potongan-potongan kecil.
Kemudian  saat kertas Koran sudah lumayan halus/hancur peras dan taruh di wadah lain seperti ember atau lainnya, campur dengan lem fox dan aduk hingga merata dan agak tampak putih.
Setelah itu sediakan toples yang agak panjang dan kertas yang sudah di campur lem, kemudian bentuk kertas yang sudah dicampur lem menjadi bentuk icon android dan ingat di dalamnya memiliki ruang, atau toples tersebut di dirikan dan dilapisi kertas Koran yang dicampur lem hingga membentuk android.
Saat sudah berbentuk tunggu hingga kering atau jemur dan permukaan di haluskan, supaya apabila mau di cat tidak terlalu tampak tekstur korannya.
            KEUNGGULAN ATAU KEUNIKAN ADALAH
Saat sudah jadi atau kering tidak terllu berat saat di pindah-pindah, dan  bila tidak di warnai akan tampak keunika teksturnya.

hasil:
by: rido amriadi


Selasa, 26 Agustus 2014


INTERMEDIA

Intermedia sering di kaitkan dengan Media Baru didalam lingkup seni rupa, Karna makna intermedia yaitu Keragaman Bahan. Namun bila kita telusuri tentang media baru , hal ini akan cendrung  mengacu pada perkembangan dalam bentuk media, contohnya seperti computer,dan media elektronik lainnya.
Di dalam lingkup seni Intermedia dimaknai dengan hal seperti penemuan atau penggubahan barang menjadi bentuk yang baru dan tentu lebih kreatif, nanun harus tetap dengan pertimbangan Interdisplin, contoh yang sederhana misalnya bila kita ingin menggubah meja di ruang tamu dengan bentuk yang unik seperti manusia yang merangkak atau yang lainnya, tapi kita harus tetap mempertimbangkan pungsinya, yaitu untuk menaruh makanan, mnuman dan memiliki sisi yang rata, inilah yang di maknai dengan Interdisiplin
Setiap karya yang di gubah oleh seniman pasti memiliki nilai di dalam karyanya, baik memiliki nilai spiritual ataupu nilai ekinomis, penggubahan suatu karya menjadi media baru itu bisa dari seni major art dan Minor art.
Media baru sering di kaitkan dengan mayor art, karna kebanyakan pnemuan baru yang di gubah menjadi barang yang lain sering sekali dari Seni Kriya. Contoh Guci /pot besar, seperti di ketahui guji atau pot besar adalah tempat bunga atau tanaman hias, namun seiring pemikiran manusia dan perkmbangannya malah sekarang di pakai untuk menjadi hiasan guci saja, yang bisa di tambahkan seperti ada air mancur dan dan lainnya.
Sedangkan di Minor art perkmbangan media susah masuknya, contohnya seperti karya lukisan, lukisan yang di anggap sebagai seni nomer satu hanya berkembang dari segi tekniknya saja,  dan mungkin yang terbaru sekarang adalah lukisan tiga dimensi yang sedang popular.




Senin, 12 Mei 2014

KARAKTERISTIK (KONDISI ) SENI

Karya :             Lukisan :                Kebanyakan bersifat individu
                              Kriya     :             Kebanyakan  Berkarya untuk orang lain
1.      TENTANG SENI RUPA
Seni Rupa Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuanestetika. Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni,kriya, dan desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
 Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan visual arts.
2.      KARAKTERISTIK SENI RUPA
Karakteristik Seni Rupa dan Cabang-cabangnya Seni Rupa adalah sebuah konsep atau nama untuk salah satu cabang seni yang bentuknya terdiri atas unsur-unsur rupa yaitu: garis, bidang, bentuk, tekstur, ruang dan warna. Unsur-unsur rupa tersebut tersusun menjadi satu dalam sebuah pola tertentu. Bentuk karya seni rupa merupakan keseluruhan unsur-unsur rupa yang tersusun dalam sebuah struktur atau komposisi yang bermakna.
Unsur-unsur rupa tersebut bukan sekedar kumpulan atau akumulasi bagian-bagian yang tidak bermakna, akan tetapi dibuat sesuai dengan prinsip tertentu. Makna bentuk karya seni rupa tidak ditentukan oleh banyak atau sedikitnya unsur-unsur yang membentuknya, tetapi dari sifat struktur itu sendiri. Dengan kata lain kualitas keseluruhan sebuah karya seni lebih penting dari jumlah bagianbagiannya
Karya seni rupa dapat dibagi menjadi dua yaitu: karya seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Karya seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang hanya memiliki dimensi panjang dan lebar atau karya yang hanya dapat dilihat dari satu arah pandang saja. Contohnya, seni lukis, seni grafis, seni ilustrasi, relief dan sebagainya. Karya seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki dimensi panjang, lebar dan tinggi, atau karya yang memiliki volume dan menempati ruang. Contoh : seni patung, seni kriya, seni keramik, seni arsitektur dan berbagai desain produk. Seni Rupa jika dilihat dari segi fungsinya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu seni murni (fine art) dan seni pakai / terapan (applied art).
Seni murni adalah karya seni rupa yang dibuat semata-mata untuk memenuhi kebutuhan artistik. Orang mencipta karya seni murni umumnya berfungsi sebagai sarana untuk mengekspresikan cita rasa estetik. Kebebasan berekspresi dalam seni murni sangat diutamakan. Yang tergolong dalam seni murni yaitu: seni lukis, seni patung, seni grafis dan sebagian seni kerajinan. Seni Terapan atau seni pakai (applied art) adalah karya seni rupa yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan praktis. Contoh seni terapan yaitu:arsitektur, poster, keramik, baju, sepatu, dan lain-lain. Dalam pembuatan seni pakai biasanya faktor kegunaan lebih diutamakan daripada faktor keindahan atau artistiknya. Membuat karya seni terapan tampak lebih sulit dibandingkan karya seni murni. Hal itu mungkin karena membuat karya seni murni terasa lebih bebas dibanding membuat karya seni terapan karena tidak memperhitungkan fungsi. Akan tetapi sering pula terjadi sebaliknya, melukis bisa lebih sulit daripada membuat rumah tinggal.



Sabtu, 26 April 2014

“MEMBUAT BATIK IKAT”


“MEMBUAT BATIK IKAT”

Batik celup atau juga dikenali sebagai batik ikat, merujuk kepada kaedah mencorak batik dengan cara mencelup kain kedalam pewarna sebanyak beberapa kali. Corak dan reka bentuk penerapan warna dirancang terlebih dahulu dan bahagian yang hendak dilindung dari pewarna akan dicorak dengan menggunakan lilit (yang biasanya dicampur damar) atau diikat ponjok. Lilin atau ikatan tersebut akan melindung warna sedia ada dari bertukar apabila dicelup kedalam warna berikutnya.
Pada kebiasaannya, batik celup akan dicelup dari warna cerah kepada warna semakin gelap. Ini bagi mengelak warna celupan dari bercampur atau comot. Proses mengikat atau melilin corak batik pada kain putih dan proses pewarnaan dengan merencam kain ke dalam pewarna akan diulang beberapa kali dengan corak yang berlainan untuk mendapatkan corak batik yang lengkap.
Batik yang dibuat tanpa menggunakan malam sebagai bahan perintang akan tetapi menggunakan tali yang diikatkan pada kain yang berfungsi merintangi warna masuk keserat kain. Tali dibuka setelah pencelupan selesai. Karena ikatan tali pada kain akan timbul motif tertentu.

Teknik Membuat Batik Ikat (Celup)
·         Tahap Persiapan

Pada tahap Kita harus menentukan corak apa yang kita akan buat. Setelah menentukan pilihan, corak apa yang akan di buat. Selanjutnya kita menentukan warna apa saja yang akan kita pakai. Untuk pemula lecih baik menggunakan  2 atau 3 warna supaya batik yang nanti di buat tidak gagal atau menghasilkan batik celup yang lumayan.
Alat dan bahan:
>Bahan :
            Kain, benang, garam, cuka, air bersih, pewarna tekstil, tali rapia.
>Alat : Kompor, panci, Ember, Sendok , dan gunting.

·         Tahap Pembuatan batik celup ikat
   Pembuatan Corak
Pembuatan corak di lakukan dengan mengikat atau menjait kain sesuai corak yang di inginkan, pada proses pengikatan ini ini bisa di katakana pengikatan pertana jadi saat mengikatnya usahakan ikatan tali rapianya menutupi dan kencang.

Lipatan sederhana membuat motip garis-garis"

"mengikat kain dengan ikatan sederhana"


b.      Penelupan warna
Kain yang telah selesai di ikat kemudian di bkemudian di rebus pada air yang sudah di beri warna dan di tambahkan cuka + garam dengan tujuan supaya warna melekat pada kain.

Kita rebus selama 1 jam. Kemudian cuci dengan air bersih atau air yang di tambahkan cuka. 

  1. Tahap Penyelesaian Akhir

Kain yang telah di beri warna tersebut, kemudian di cuci lalu di tiriskan. Tujuannya untuk menghentikan proses perembesan zat warna ke dalam lekukan kain tersebut.
 "setelah di cuci kemudian kain di tiriskan hingga kain tidak lagi meneteskan sisa-sisa warna yang pertama"
setelah proses ini kita bisa menambahkan warna lai dengan cara mengikat kembali dan menutupi warna pertama kemudian di rebus kembali dengan warna lainnya.

"pengikatan warna ke 2"
"kemuduan di masak kembali"

Setelah warna kedua kemudian di tiriskan lagi namun kita harus tetap ingat ikatannya jangan dibuka hingga warna seterusnya.
pada proses akhir kita buka dengan guntung dan tiriskan supaya warna yang satu dan yang lain tidak campur.

"inilah hasil dari batik ikat dengan 3 warna. kuning, hijau dan merah tua"

semoga bermanfaat :-)